49 Penerbangan di Bandara Kualanamu Dibatalkan akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berita Maluku Utara Berita Maluku Medan (MataMaluku) – Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tetap melayani penerbangan secara normal meskipun sebanyak 49 penerbangan mengalami pembatalan akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan pembatalan tersebut tercatat berdasarkan data sementara pada Senin. Kondisi itu berkaitan dengan gangguan operasional penerbangan di sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Berdasarkan data sementara hari ini tercatat ada 49 penerbangan mengalami pembatalan,” kata Hikmat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin.
Ia menjelaskan, penerbangan yang dibatalkan antara lain meliputi rute Kualanamu-Cengkareng pergi-pulang, Kualanamu-Halim Perdanakusuma pergi-pulang, serta Kualanamu-Bandung pergi-pulang.
Pembatalan penerbangan tersebut dilakukan oleh lima maskapai. Kelima maskapai itu adalah Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air.
Menurut Hikmat, kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah bandara tujuan mengalami penutupan sementara. Berdasarkan informasi terkini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) untuk sementara tidak melayani penerbangan.
“Informasi terkini Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) ditutup sementara,” ujarnya.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah perairan Selat Sunda diketahui telah memengaruhi aktivitas penerbangan di sejumlah daerah. Kondisi cuaca dan arah pergerakan abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menjaga keselamatan penerbangan.
Hikmat menyebut gangguan penerbangan juga terjadi pada Minggu (6/9). Berdasarkan data Bandara Internasional Kualanamu, sebanyak 51 penerbangan mengalami pembatalan atau penyesuaian. Salah satu penerbangan internasional dari Amsterdam menuju Cengkareng bahkan dialihkan untuk melakukan pendaratan di Bandara Kualanamu.
“Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu,” katanya.
Pihak PT Angkasa Pura Aviasi memastikan kondisi penerbangan yang terdampak abu vulkanik tersebut bersifat sementara. Perubahan status penerbangan akan mengikuti perkembangan kondisi operasional serta keputusan masing-masing maskapai.
Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, pengelola Bandara Kualanamu terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, serta pelayanan kepada para pengguna jasa bandara.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan sebelumnya. Penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara.
“Para calon penumpang secara berkala kita imbau agar memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya lewat maskapai masing-masing sebelum menuju bandara,” kata Hikmat.