Bagi penggemar musik indie folk, nama Sufjan Stevens tentu sudah tidak asing lagi. Musisi asal Amerika Serikat ini dikenal sebagai sosok yang mampu mengubah pengalaman pribadi, kehilangan, cinta, hingga pencarian spiritual menjadi karya musik yang begitu puitis dan menyentuh.
Meski telah berkarya sejak akhir 1990-an, popularitas Sufjan Stevens melonjak drastis di kalangan penonton film setelah lagunya "Mystery of Love" digunakan dalam film Call Me by Your Name. Lagu tersebut bukan hanya menjadi soundtrack biasa, tetapi berhasil meninggalkan kesan mendalam yang membuat banyak orang mencari tahu siapa sosok di balik suara lembut dan lirik emosional tersebut.
Namun sebenarnya, siapa Sufjan Stevens? Dan bagaimana ia bisa menciptakan salah satu lagu paling emosional dalam sejarah film romantis modern?
Awal Perjalanan Karier Sufjan Stevens
Sufjan Stevens lahir pada tahun 1975 di Detroit, Michigan. Sejak kecil, ia telah mengenal berbagai instrumen musik dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap seni.
Karier musiknya mulai berkembang melalui pendekatan yang berbeda dibanding musisi pop pada umumnya. Alih-alih mengejar lagu-lagu yang mudah masuk tangga lagu, Sufjan memilih menciptakan karya yang kaya akan narasi, metafora, dan eksplorasi emosional.
Gaya bermusiknya memadukan unsur folk, indie, orchestral pop, hingga musik elektronik. Hasilnya adalah lagu-lagu yang sering kali terasa seperti puisi yang dinyanyikan.
Dikenal Lewat Album Konseptual
Salah satu hal yang membuat Sufjan Stevens unik adalah kecintaannya pada album konseptual. Ia pernah merilis album yang terinspirasi dari negara bagian di Amerika Serikat, sejarah keluarga, hingga pengalaman spiritual pribadinya.
Album seperti Illinois dan Michigan mendapat banyak pujian dari kritikus musik karena kedalaman cerita yang disajikan dalam setiap lagunya.
Tidak sedikit penggemar yang menganggap karya-karya Sufjan lebih mirip buku cerita daripada sekadar kumpulan lagu. Setiap lagu memiliki lapisan makna yang bisa ditafsirkan dengan berbagai cara.
Call Me by Your Name Mengubah Segalanya
Popularitas global Sufjan Stevens meningkat pesat ketika sutradara Luca Guadagnino memilih beberapa lagunya untuk film Call Me by Your Name.
Film tersebut mengisahkan hubungan antara Elio dan Oliver yang berkembang selama musim panas di Italia. Untuk memperkuat emosi cerita, Guadagnino meminta Sufjan menciptakan lagu khusus yang mampu menangkap esensi hubungan kedua karakter tersebut.
Hasilnya adalah "Mystery of Love".
Lagu ini langsung mendapat pujian luas dari kritikus maupun penonton karena berhasil menggambarkan cinta, kerinduan, kehilangan, dan kenangan dalam satu karya yang sederhana namun sangat mendalam.
Kisah di Balik Mystery of Love
Yang membuat Mystery of Love begitu istimewa adalah kemampuannya menggambarkan cinta tanpa harus menjelaskan semuanya secara langsung.
Sufjan Stevens tidak menulis lagu ini sebagai ringkasan cerita Call Me by Your Name. Sebaliknya, ia menciptakan lagu yang menangkap emosi universal yang bisa dirasakan siapa saja yang pernah jatuh cinta dan kehilangan seseorang.
Liriknya dipenuhi simbol-simbol alam, perjalanan, dan kenangan yang membuat pendengar bebas menafsirkan maknanya sendiri. Itulah alasan mengapa lagu ini masih sering dibahas hingga sekarang.
Banyak orang yang pertama kali mendengarnya langsung bertanya, lagu Mystery of Love tentang apa dan mengapa liriknya terasa begitu menyakitkan sekaligus indah. Pertanyaan tersebut memang sulit dijawab dalam satu kalimat karena lagu ini memiliki banyak lapisan makna yang berkaitan dengan cinta pertama, kehilangan, serta proses menerima kenyataan.
Lagu yang Membawa Sufjan ke Oscar
Kesuksesan Mystery of Love tidak berhenti pada popularitas di kalangan penggemar film.
Lagu ini berhasil memperoleh nominasi dalam ajang Academy Awards untuk kategori Best Original Song. Pencapaian tersebut memperkenalkan nama Sufjan Stevens kepada audiens yang jauh lebih luas.
Meski tidak memenangkan penghargaan tersebut, nominasi Oscar menjadi bukti bahwa karya Sufjan mampu menjangkau pendengar dari berbagai latar belakang.
Bahkan hingga kini, Mystery of Love masih dianggap sebagai salah satu soundtrack film terbaik yang pernah dibuat dalam satu dekade terakhir.
Mengapa Musik Sufjan Stevens Terasa Berbeda?
Ada banyak musisi yang menulis lagu tentang cinta dan patah hati. Namun Sufjan Stevens memiliki cara yang unik dalam menyampaikan emosi.
Alih-alih menggunakan lirik yang eksplisit, ia lebih sering memanfaatkan simbol, metafora, dan gambaran visual yang mengajak pendengar untuk merenung.
Pendekatan ini membuat lagu-lagunya terasa lebih personal. Dua orang yang mendengarkan lagu yang sama bisa mendapatkan makna yang berbeda, tetapi tetap merasakan emosi yang serupa.
Mystery of Love adalah contoh terbaik dari gaya penulisan tersebut. Lagu ini tidak menjelaskan semuanya secara gamblang, tetapi justru itulah yang membuatnya begitu berkesan.
Lagu-Lagu Terbaik Sufjan Stevens Selain Mystery of Love
Jika kamu baru mengenal Sufjan Stevens melalui Call Me by Your Name, ada beberapa lagu lain yang juga layak didengarkan:
- Fourth of July
- Visions of Gideon
- Should Have Known Better
- Futile Devices
- Death With Dignity
- Chicago
- Casimir Pulaski Day
Setiap lagu menawarkan pengalaman emosional yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan ciri khas lirik puitis yang membuat Sufjan dicintai para penggemarnya.
Mengapa Mystery of Love Masih Dicari Hingga Sekarang?
Banyak soundtrack film populer menghilang setelah hype filmnya berakhir. Namun Mystery of Love berhasil bertahan karena lagu tersebut memiliki kehidupan sendiri di luar film.
Pendengar yang bahkan belum pernah menonton Call Me by Your Name tetap bisa merasakan kekuatan emosional yang terkandung di dalamnya.
Lagu ini berbicara tentang pengalaman yang hampir universal: mencintai seseorang, kehilangan mereka, dan belajar hidup dengan kenangan yang tersisa.
Karena itulah banyak orang terus mencari tahu lagu Mystery of Love tentang apa dan mengapa lagu tersebut mampu menyentuh begitu banyak hati di seluruh dunia.