Dubes Rusia Bantah Rekrutmen WNI via Kedubes

berita Maluku Barat Daya (MBD)  berita Maluku hari ini  Jakarta (DMS) – Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan tidak ada rekrutmen WNI untuk bergabung dengan militer Rusia yang dilakukan melalui Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah polemik dugaan sejumlah WNI bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

“Kantor perwakilan Rusia di manapun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia,” kata Tolchenov seusai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, Selasa (1/9).

Tolchenov mengakui terdapat warga negara asing yang memutuskan bergabung dengan militer Rusia ketika berada di negara tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pekerja, mahasiswa, maupun wisatawan.

Namun, menurut dia, keputusan warga negara asing untuk bergabung dengan militer Rusia merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing individu.

Dubes Rusia itu kembali menegaskan bahwa kedutaan besar Rusia di berbagai negara tidak terlibat dalam proses rekrutmen warga negara asing untuk bergabung dengan militer Rusia.

“Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya,” ujar Tolchenov.

Terkait polemik tersebut, Tolchenov mengaku telah mengetahui langkah penyelidikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terhadap keberadaan delapan WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia.

Ia menyatakan Rusia siap memberikan bantuan dan penjelasan apabila Kemlu RI membutuhkan informasi dalam proses penyelidikan tersebut.

“Jika mereka ingin menanyakan sesuatu pada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama,” kata Tolchenov.

Sebelumnya, muncul laporan mengenai delapan WNI yang diduga direkrut oleh Angkatan Bersenjata Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina. Informasi tersebut disampaikan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melalui Telegram pada 27 Agustus.

Menurut laporan The New Voice of Ukraine pada Senin (31/8), badan intelijen Ukraina menyatakan telah memperoleh dokumen yang disebut mengonfirmasi perekrutan warga negara asing tersebut.

Media tersebut melaporkan bahwa perekrutan warga asing dinilai menjadi salah satu cara Rusia menambah kekuatan pasukannya dalam perang, sekaligus dimanfaatkan sebagai bagian dari propaganda.